Sebanyak 12 pimpinan pesantren di Indonesia, melakukan tur ke sejumlah lokasi pengembangan Islam di Jepang.
Tur ini adalah salah satu rangkaian dari studi banding rombongan pimpinan pesantren yang telah dilakukan sejak 24 Januari hingga 4 Februari. Selain itu, para pimpinan pesantren juga mengikuti sejumlah diskusi tentang konservasi lingkungan, dan sistem pendidikan, di Negeri Sakura tersebut.
"Selama di Jepang, kita silaturahmi dengan sejumlah komunitas Islam dan beberapa pusat kajian keislaman. Kami juga mengunjungi sejumlah SMP dan SMA percontohan, pusat penanggulangan bencana Kitaku, Dab Center for Southeast Asian Studies (Universitas Kyoto), Hiroshima Peace Institute dan Dome Bom Atomik, dan Pertanian Kyoto," jelas Ketua Pengawas Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah (WI), Ir H Muhammad Kasim Saguni MA, melalui rilisnya, kemarin. Kasim adalah salah satu peserta mewakili Pesantren Wahdah Islamiyah, yang juga menjadi perwakilan pesantren dari Sulawesi Selatan.
Dia menambahkan, meski kebanyakan penduduk Jepang beragama Shinto dan Buddha, komunitas Islam di Negeri Sakura tersebut ternyata tumbuh subur. Di Negeri tersebut, terdapat Komunitas Muslim Pelajar Indonesia di Tokyo Institute Technology bernama "Midori".
"Ketuanya adalah Pembina Wahdah Islamiyah Bandung yang sementara studi Program Post Doktoral Jurusan Nuklir di Tokyo Institute Technology, Topan Sediapura MSi periode 2011-2012," ungkap Kasim, Kamis, 2 Februari.
Selain Kasim, sejumlah pimpinan pesantren juga ikut, diantaranya, pimpinan Center for the Study of Islam and Society UIN Jakarta, Madrasatul Qur'an Tebuireng Jawa Timur, Ma'had Ihya As-Sunnah Jawa Barat, Pesantren Ikhwanul Muslimin Jawa Barat, Yayasan Perguruan Al-Islam Surakarta Jawa Tengah, Pesantren Kauman Lasem Jawa Tengah, MAN Tambak Beras, Jawa Timur, Pesantren Al-Amien Prenduan Jawa Timur, Pesantren Modern Manahijussadat Banten, MAN Model Gorontalo, dan Pesantren Ushuluddin Singkawang Kalimantan Barat.
Studi banding tersebut diselenggarakan atas kerja sama Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Pemerintah Jepang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar