Selasa, 21 Februari 2012

IAIN Walisongo Tetap Menekankan Kajian Islam

Berubahnya status IAIN Walisongo menjadi Universitas Islam Negeri tidak akan mengurangi kajian-kajian islam yang selama ini memang menjadi konsentrasi. Sebab, dalam alquran yang menjadi sentra kajian juga mengajarkan kajian ilmu pengetahuan lain di luar agama, seperti kesehatan dan eksak. Hal tesebut ditegaskan Wakil Rektor 1 IAIN Walisongo Prof Dr Achmad Gunaryo menanggapi pernyataan Mendikbud yang memandang IAIN tidak perlu menjadi UIN.
"Selama ini, kita terlalu terpolarisasi antara ilmu agama dan umum. Ini yang perlu diluruskan, sebab di dalam kajian Alquran juga terdapat pengetahuan alam seperti falak," kata Prof Gunaryo, Selasa (7/2). Dia memandang, sikap Kemdikbud yang keberatan dengan status UIN lebih kepada politis dari pada pendidikan.
Prof Gunaryo menegaskan, ilmu Islam tidak sekadar menyangkut agama, sebab dalam Islam juga mempelajari ilmu alam seperti air, tanah, kelautan dan udara. "Satu hal yang perlu diluruskan, semua pihak harus memahami perubahan status ini tidak akan melunturkan atau menghilangkan kajian agama yang selama ini menjadi konsentrasi pembelajaran di IAIN Walisongo," kata dia.
"Saya melihat ada sikap dikotomi menyangkut IAIN di bawah Kementerian Agama. Hal ini terlihat dari sikap beberapa pihak yang memandang soal pendidikan seharusnya di bawah Kemdikbud," jelasnya. Padahal, lanjut Prof Gunaryo, dalam UU pendidikan disebutkan siapa saja yang mempunyai kemampuan menyelenggarakan pendidikan diperbolehkan, termasuk Kementerian Agama.
Meski demikian, pihaknya tetap terus mengajukan perubahan status menjadi UIN. "Justru dengan menjadi UIN, kami lebih leluasa menggali kajian-kajian Islam dari berbagai aspek bidang ilmu. Di setiap fakultas eksak yang didirikan juga diwajibkan melakukan penelitian dan kajian Islam khususnya Alquran," tandas dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar