Forum Sangsaka, kelompok kajian sosial kemasyarakatan di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, berupaya membangkitkan semangat kerukunan umat beragama di kalangan masyarakat setempat.
"Kerukunan umat beragama harus dilestarikan, karena damai itu indah," kata Erni Mirnawati, aktivis Forum Sangsaka,
Forum Sangsaka yang terdiri lima orang mahasiswa berprestasi di Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji tersebut menggelar seminar bertemakan "Membangun Masyarakat Pluralis dan Toleran Dalam Upaya Mewujudkan Kota Tanjungpinang yang Aman dan Damai". Seminar tersebut, menurut Erni, sebagai salah satu strategi untuk mengingatkan sekaligus membangkitkan semangat menjaga kedamaian di Tanjungpinang.
Dalam seminar itu juga dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama oleh tokoh agama, pihak kepolisian, Forum Komunikasi Umat Beragama dan pemerintah untuk bersama-sama menjaga kerukunan umat beragama.
"Tanjungpinang itu kota majemuk, dan dapat dikatakan sebagai miniaturnya Indonesia. Semangat kebersamaan dan kerukunan umat beragama harus tetap dipupuk di dalam kemajemukan tersebut," ungkapnya.
Narasumber dalam seminar yang digelar Forum Sangsaka tersebut adalah Rizaldi Siregar, akademisi yang juga Ketua Lembaga Penyuluh Agama Islam Kepri, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Kepri Razali Jaya, Wakil Kepala Polres Tanjungpinang Kompol Berliando dan Kepala Kesbangpol Linmas Tanjungpinang Abdul Kadir Ibrahim.
Rizaldi mengemukakan, Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia sangat menghargai pluralitas. Islam memiliki semangat mendorong kehidupan masyarakat agar terus berada dalam kondisi aman dan damai.
"Islam itu agama rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam," kata Rizaldi Siregar, seorang akademisi yang menjadi salah satu pembicara dalam seminar yang diadakan oleh Forum Sangsaka Kepri.
Karena itu, kata dia, dalam upaya untuk mewujudkan Tanjungpinang yang aman dan damai itu, maka nilai-nilai Islam itu harus diwujudkan dalam kehidupan bersama.
Rizaldi pun mengatakan, kalau ada provokator yang berusaha untuk memecah belah umat, maka umat Islam sebagai mayoritas harus berperan aktif menetralisir itu.
"Namun pluralitas berbeda dengan pluralisme," katanya di hadapan seratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat.
Sementara Kompol Berliando mengatakan, memelihara kerukunan umat beragama merupakan tugas seluruh elemen masyarakat. Pihak kepolisian sendiri secara konsisten melakukan berbagai kegiatan untuk menciptakan dan menjaga kerukunan umat beragama.
"Pembangunan yang diprogramkan pemerintah akan berjalan dengan baik dan maksimal jika Tanjungpinang aman," ujarnya.
Abdul Kadir Ibrahim sendiri dalam pemaparannya mengatakan bahwa memang saat ini perlu dibangun kesadaran bersama untuk menjaga pluralitas di Tanjunginang untuk menjaga kehidupan yang aman dan damai. Tanjungpinang sendiri sejak dulu sudah menjadi kota yang majemuk seiring masuknya berbagai suku bangsa dan agama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar